Logo Cognifera
Berita/Dari Air Kelapa Tua Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: PM SINERA UII Dorong Inovasi Kecap di Desa Kumbewaha
Kembali ke Berita

Riset & Publikasi

Dari Air Kelapa Tua Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: PM SINERA UII Dorong Inovasi Kecap di Desa Kumbewaha

25 September 2026PM SINERA UII, Desa Kumbewaha, kecap air kelapa, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, digital marketing, potensi lokal, Sulawesi Tenggara
Dari Air Kelapa Tua Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: PM SINERA UII Dorong Inovasi Kecap di Desa Kumbewaha

KUMBEWAHA, SULAWESI TENGGARA — Di tengah melimpahnya sumber daya alam di wilayah pesisir, terdapat berbagai potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya adalah air kelapa tua yang selama ini cenderung tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Sulawesi Tenggara.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa PM SINERA Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan sebuah program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pembuatan kecap berbahan dasar air kelapa tua. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.

Kegiatan pembuatan kecap dilaksanakan pada 30 Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat Desa Kumbewaha secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan proses pengolahan air kelapa tua menjadi kecap, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam memahami tahapan produksi, pengolahan, hingga upaya menjaga kualitas dan standarisasi produk.

Pemanfaatan air kelapa tua dipilih dengan mempertimbangkan kondisi Desa Kumbewaha sebagai wilayah yang memiliki potensi sumber daya kelapa cukup besar. Melalui pengolahan tersebut, bahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan diharapkan dapat memiliki nilai tambah dan membuka peluang baru bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Warga turut hadir dan berpartisipasi dalam proses pembuatan, berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk, serta menunjukkan ketertarikan untuk mengetahui bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.

Namun, proses pemberdayaan tidak berhenti pada tahap produksi. Menyadari bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas barang, PM SINERA UII melanjutkan pendampingan melalui workshop kewirausahaan, legalitas usaha, dan digital marketing pada 4 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada dasar-dasar pengembangan usaha, pentingnya legalitas dalam membangun produk yang berkelanjutan, serta strategi pemasaran melalui media digital. Edukasi digital marketing diberikan sebagai bekal agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk tersebut kepada konsumen yang lebih luas.

Pendampingan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program karena pengembangan produk lokal membutuhkan ekosistem yang lebih luas, mulai dari proses produksi, pengendalian kualitas, legalitas, hingga strategi pemasaran.

Antusiasme masyarakat kembali terlihat dalam workshop tersebut. Kehadiran dan partisipasi warga menunjukkan adanya ketertarikan untuk mempelajari peluang usaha yang dapat dikembangkan dari potensi yang tersedia di lingkungan mereka sendiri.

Bagi PM SINERA UII, kegiatan ini bukan sekadar memperkenalkan sebuah produk baru, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun pola pikir bahwa sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah.

Ke depan, mahasiswa PM SINERA UII berharap inovasi kecap berbahan dasar air kelapa tua ini tidak berhenti sebagai program kegiatan selama masa pengabdian. Dengan adanya pendampingan dan keterlibatan masyarakat, produk tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, disempurnakan, dan memiliki peluang untuk menjadi salah satu alternatif usaha yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Kumbewaha.

Dari sesuatu yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, lahir sebuah gagasan untuk menciptakan nilai baru. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, air kelapa tua tidak lagi sekadar menjadi bagian dari hasil alam yang terbuang, tetapi dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah produk lokal dan peluang ekonomi baru bagi Desa Kumbewaha.